Kisah Nabi Adam for Kids

Bismillahirrahmanirrahim.

“Malaikat pun sujud padanya”

Setelah menciptakan alam semesta dan seluruh isinya, Allah SWT berencana menciptakan manusia sebagai khalifah untuk mengurus bumi yang telah dibuat-Nya.
Allah kemudian memberitahu para malaikat-Nya, ” Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia.”
Para malaikat menjawab, “Kenapa Engkau menciptakan manusia yang akan berbuat kerusakan, kejahatan dan pertumpahan darah di muka bumi. Padahal kami selalu memuji-Mu dan mengagungkan-Mu sebagai tanda syukur kepada-Mu.”
Allah SWT menciptakan manusia pertama dari tanah. Dan manusia pertama itu diberi nama Adam.
Setelah menciptakan Adam, Allah mengajarinya berbagai ilmu pengetahuan dan segala hal yang ada dibumi. Hal ini tidak diajarkan-Nya kepada para malaikat dan iblis. Sehingga Nabi Adam saja yang memiliki pengetahuan.
Kemudian Nabi Adam dihadapkan kepada para malaikat dan iblis. Allah menanyakan benda-benda yang telah diketahuinya. Kedua makhluk itu tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Akan tetapi Nabi Adam dapat menjawab semua pertanyaan yang ditanyakan kepada dirinya.
Allah SWT menyuruh para malaikat dan iblis untuk bersujud kepada Nabi Adam. Karena Nabi Adam dapat menjawab pertanyaan yang Allah berikan, sedangkan para malaikat dan iblis tidak dapat menjawab pertanyaan yang Allah berikan kepada mereka.Hal ini membuktikan kecerdasan Nabi Adam.
Para malaikat menuruti perintah Allah, mereka semua bersujud kepada Nabi Adam. Akan tetapi, ketika Allah memerintahkan iblis untuk bersujud kepada Nabi Adam, iblis menolak perintah tersebut. Dia menganggap dirinya lebih mulia daripada Adam. Karena dirinya diciptakan oleh Allah dari api, sedangkan Nabi Adam diciptakan dari tanah.
Karena iblis tidak patuh, maka Allah pun mengusirnya dari syurga. Karena syurga tidak patut dihuni oleh makhluk yang membangkan kepada Allah.
Iblis merasa dendam kepada Nabi Adam, karena ia ditempatkan di neraka untuk selamanya. Iblis meminta kepada Allah agar dipanjangkan umurnya hingga kiamat tiba. Permintaan iblis dikabulkan Allah SWT. Dan iblis bersumpah akan selalu menggoda Nabi Adam dan menyesatkan anak-cucunya sampai hari kiamat tiba, untuk dijadikan temannya di neraka.
Allah pun mengusir iblis dari syurga, maka penghuni syurga adalah Nabi Adam dan para malaikat. Segala kenikmatan dapat Nabi Adam rasakan. Akan tetapi Nabi Adam merasa kesepian karena di syurga seorang diri. Untuk itu, Allah menciptakan Hawa dari tulang rusuknya Nabi Adam. Degan demikian ia sudah mendapatkan teman sekaligus istri.
Di dalam syurga Adam dan Hawa tidak kekurangan suatu apapun, sebab semua yang mereka inginkan sudah tersedia. Mereka berdua bersyukur kepada Allah SWT, atas nikmat yang mereka peroleh.
Meskipun demikian, Allah berpesan kepada Nabi Adam dan Hawa agar tidak mendekati pohon Khuldi. Iblis sempat mendengar pembicaraan Nabi Adam dengan Allah tentang larangan-Nya, untuk mendekati dan memakan buah Khuldi. Mendengar itu iblis merasa senang karena ada kesempatan untuk menggoda dan menyesatkan Nabi Adam dan Hawa.
“Wahai Adam, maukah kamu berdua aku tunjukan buah yang sangat nikmat. Jika kamu memakannya kalian pasti akan menjadi penghuni syurga untuk selamanya,” ucap iblis sambil memegang buah Khuldi. Nabi Adam tidak percaya dengan perkataan iblis. Kemudian ia pun mengusir iblis itu.
Iblis pantang menyerah menggoda Nabi Adam, karena dendamnya belum terbalaskan, ia menganggap dirinya dikeluarkan dari syurga oleh Allah penyebab karena Nabi Adam.
Ia pun berusaha sekuat tenaga mengeluarkan Nabi Adam dan Hawa dari syurga.
“Wahai Adam, percayalah kepadaku apabila kalian memakan buah Khuldi ini, kalian akan tetap kekal tinggal
di syurga seperti para malaikat,” ujar iblis meyakinkan Nabi Adam dan Hawa.
Nabi Adam merasa bimbang, dia mulai terpengaruh dengan perkataan iblis.
“Tidak ada salahnya kita membuktikan perkataan iblis, mungkin ada benarnya,” ucap Hawa. Kemudian Nabi Adam dan Hawa mengambil buah Khuldi dan memakannya.
Pada saat itu Allah menegur mereka, “Tidak-kah Aku telah melarang kalian memakan buah pohon Khuldi dan memberitahu kalian bahwa iblis adalah musuh yang nyata bagi kalian.”
Nabi Adam dan Hawa merasa menyesal telah melanggar larangan Allah. Mereka pun bertaubat kepada Allah, Allah menerima taubat mereka berdua, tetapi Allah menurunkan mereka ke bumi secara terpisah.
Nabi Adam berada di Hindustan sedangkan Hawa berada di Jeddah. Mereka saling mencari. Allah pun mempertemukan mereka di Muzdalifah.
Di bumi inilah Nabi Adam dan Hawa mulai hidup baru. Jika di syurga segala yang dikehendaki sudah tersedia, maka di bumi mereka harus berusaha terlebih dahulu.
Setelah beberapa lama mereka hidup berdua di bumi, Allah mengaruniai anak kembar sampai 20 pasangan.

Sekian.

Alhamdulillahirabbil’alamin.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat